Jumat, 10 Mei 2013

Rahasia di Balik Gerakan Sholat

Oleh : Andrias Nurkamil Albusthomi, M. Pd.I


Ingin tahu bagaimana tips untuk meningkatkan kecerdasan, mudah dalam proses persalinan, menghindari nyeri sendi, mencegahgangguan prostat, melancarkan pencernaan, menjaga kesehatan organ reproduksi dan menjagakekencangan kulit? « dalam tulisan ini akan diugkap rahasia di balik gerakan sholat, sehatdengan sholat ..!!. Tulisan ini kami share dari sahabat kami diFacebook ,  Asti Indriyani, salahsatu mahasiswa fakultaskedokteran,Universitas Islam Indonesia, semoga bermanfaat untuk kitasemua dan dapat menjadi salah satu motivasi serta pengikat hati kita untuk cinta dan rindu akanshalat dengan segala rahasia di baliknya. Dan tentunya dengan didukung oleh ketulusan dankeikhlsan karena-Nya.Apapun bidang dan profesi Anda, tentu sehat jasmani dan rohani adalah sebuah keniscayaanuntuk mendukung dan memperoleh kebahagiaan, betul bukan? «, dari seorang karyawan, ahlikomputer ,sastrawan,ahli hikmah,pengusaha dunia maya, hingga pimpinan negara « semuaingin sehat. Shalat adalah jalan untuk memulainya. Shalat adalah amalan ibadah yang paling

proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Gerakan-gerakannya sudah sangat melekat dengangestur (gerakan khas tubuh) seorang muslim. Namun, pernahkah terpikirkan manfaat masing-masing gerakan? Sudut pandang ilmiah menjadikan salat gudang obat bagi berbagai jenispenyakit! Saat seorang hamba telah cukup syarat untuk mendirikan salat, sejak itulah ia mulaimenelisik makna dan manfaatnya. Sebab salat diturunkan untuk menyempurnakan  fasilitasNyabagi kehidupan manusia. Setelah sekian tahun menjalankan salat, sampai di mana pemahamankita mengenainya?, berikut dibahas beberapa manfaat gerakan shalat dimulai dari takbiratulihram hingga salam, selamat membaca.

TAKBIRATUL IHRAM
Postur: berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perutatau dada bagian bawah.
Manfaat:
Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan.Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke s! eluruh tubuh. Saatmengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadilancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap inimenghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.

RUKUK 
 Postur: Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkansegelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang.
Manfaat:
Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulangbelakang (corpus vertebrae)sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darahmaksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagiotot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegahgangguan  prostat.

I'TIDAL
Postur: Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggitelinga.
Manfaat:
Itidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ organ pencernaan di dalam perutmengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebihlancar.

SUJUD
Postur: Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai.
Manfaat:
Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisamengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu,lakukan sujud dengan tumaninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya diotak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupunsujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

DUDUK 
Postur: Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir).Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki.
Manfaat:
Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervusIschiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkanpenderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekanaliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jikadilakukan. dengan benar, postur irfi mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki padaiftirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relakskembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturandan kekuatan organ-organ gerak kita.

SALAM
Gerakan: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal.
Manfaat:
Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala.Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah. BERIBADAH secara,kontinyu bukan saja menyuburkan iman, tetapi mempercantik diri wanita luar dan dalam.

PACU KECERDASAN
Gerakan sujud dalam salat tergolong unik.
Falsafahnya
adalah manusia menundukkan diriserendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmupsikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yangdidalami Prof . Sholeh, gerakan ini mengantar manusia pada derajat setinggi-tingginya.Mengapa? Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan darah. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yangmemungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darahkaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dankontinyu dapat memacu kecerdasan. Risetnya telah mendapat pengakuan dari HarvardUniversitry , AS. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnyamenyatakan masuk Islam setelah diam-diam melakukan riset pengembangan khusus mengenaigerakan sujud.

PERINDAH POSTUR
Gerakan-gerakan dalam salat mirip yoga atau peregangan (stretching) . Intinya untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan salat dibandingkan gerakanlainnya adalah salat menggerakan anggota tubuh lebih banyak, termasuk jari kaki dan tangan.Sujud adalah latihan kekuatan untuk otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuhbagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi padaotot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggaan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebihindah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.

MUDAHKAN PERSALINAN
 Masih dalam pose sujud, manfaat lain bisa dinikmati kaum hawa. Saat pinggul dan pinggangterangkat melampaui kepala dan dada, otot-otot perut (rectus abdominis dan obliquus abdominisexternuus) berkontraksi penuh. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebihdalam dan lama. Ini menguntungkan wanita karena dalam persalinan dibutuhkan pernapasan

Kamis, 09 Mei 2013

Syekh Nawawi Al Bantani ( 1230 – 1314 H ) ( 1815 – 1897 M ) Maha Guru Sejati ( The Great Scholar ) Obor Mazham Imam Syafi’i Sufi

Syekh Nawawi Al Bantani ( 1230 – 1314 H ) ( 1815 – 1897 M ) Maha Guru Sejati ( The Great Scholar )Obor Mazham Imam  Syafi’i Sufi

 Oleh : Andrias Nurkamil Albusthomi, M. Pd.I


Ulama dari Banten yang terkenal, bahkan setiap tahun di hari jum’at terakhir bulan Syawal selalu diadakan acara Haol untuk memperingati jejak peninggalannya. Beliau adalah KH. Syekh Nawawi Al Bantani. Nama lengkapnya Abu Abdul Mu’thi bin Muhammad bin Umar. Lahir di Kampung Tanara, Desa Tirtayasa. Kec Serang. Kab Banten.

Lahir pada Tahun 1230 H/1815 M. dan Meninggal pada Tanggal 25 Syawal 1314 H / 1879 M, dalam usia 84 Tahun, di Syeb ‘Ali dan dimakamkan di Ma’la dekat Makam Siti Khodijah, Ummul Mukminin, Isteri Nabi SAW. sebuah kawasan pinggiran kota Mekkah.

Dari Silsilahnya, Syekh Nawawi merupakan keturunan kesultanan yang ke- 12 dari Sulthan Maulana Syarif Hidayatullah ( Sunan Gunung Jati, Cirebon ), ayah dari Sulthon Maulana Hasanudin ( Sulthan Banten pertama ). Nasabnya bersambung pada Nabi Muhammad SAW. melalui Imam Ja’far Shodiq, Imam Muhammad Al Baqir, Imam Ali Zainal Abidin.

Guru dan masa belajarnya
Masa Kecil belajar pada KH. Sahal ( Ulama terkenal di Banten ). Masa Kecil belajar pada KH. Yusuf ( Ulama Besar di Purwakarta ). Usia 15 Tahun pergi ke Mekkah menunaikan ibadah haji, setelah musim haji usai, beliau tidak langsung kembali ketanah air, dorongan menuntut ilmu menyebabkan beliau bertahan di Kota Suci Mekkah untuk belajar kepada Ulama-Ulama Besar kelahiran Indonesia dan negri lainya. Syekh Ahmad Khotib Sambas Kalimantan ( Imam Masjidil Harom ). Penyatu Thoriqoh Qodiriyyah-Naqsabandiyyah di Indonesia. Syekh Abdul Ghani Duma ( Mekkah ). Syekh Yusuf Sunbulawini ( Mesir ). Syekh Nahrowi ( Mesir ). Syekh Ahmad Dimyati ( Mekkah ). Syekh Ahmad Zaini Dahlan ( Mekkah ). Syekh Muhammad Khotib Hambali ( Madinah ). Pengarang Kitab Nafahat Syarah Warokot (W. 1915). Syekh Abdul Hamid Daghestani.

Murid-murid Syekh Nawawi di Indonesia diantaranya :
KH. Hasyim Asy’ari. Tebu ireng Jombang Jawa Timur ( pendiri NU ). KH. Kholil. Bangkalan Madura Jawa Timur. KH. Asy’ari. Bawean ( menikah dengan Nyi Maryam, Putri KH. Nawawi ).KH. Najihun. Kampung Gunung Mauk Tangerang ( menikah dengan Nyi Salma binti Rukayah binti Syekh Nawawi. Cucunya ). KH. Tubagus Muhammad Asnawi. Caringin Labuan Pandegelang Banten. KH. Ilyas. Kampung Teras. Tanjung Keragilan Serang Banten. KH. Abd. Gaffar. Kampung Lampung Kec. Tirtayasa Serang Banten. KH. Tubagus Ahmad Bakri. Sempur Purwakarta.

Karomah dan Karya-karya Syekh Nawawi
Di antara karomah beliau adalah, saat menulis syarah kitab Bidayatul Hidayah (karya Imam Ghozali), lampu minyak beliau padam, padahal saat itu sedang dalam perjalanan dengan sekedup onta (di jalan pun tetap menulis, tidak seperti kita, melamun atau tidur). Beliau berdoa, bila kitab ini dianggap penting dan bermanfaat buat kaum muslimin, mohon kepada Allah SWT memberikan sinar agar bisa melanjutkan menulis. Tiba-tiba jempol kaki beliau mengeluarkan api, bersinar terang, dan beliau meneruskan menulis syarah itu hingga selesai. Dan bekas api di jempol tadi membekas, hingga saat Pemerintah Hijaz memanggil beliau untuk dijadikan tentara (karena badan beliau tegap), ternyata beliau ditolak, karena adanya bekas api di jempol tadi.
Karomah yang lain, nampak saat beberapa tahun setelah beliau wafat, makamnya akan dibongkar oleh pemerintah untuk dipindahkan tulang belulangnya dan liang lahadnya akan ditumpuki jenazah lain (sebagaimana lazim di Ma'la). Saat itulah para petugas mengurungkan niatnya, sebab jenazah Syekh Nawawi (beserta kafannya) masih utuh walaupun sudah bertahun-tahun dikubur. Karena itu, bila pergi ke Makkah, Insya Allah kita akan bisa menemukan makam beliau di Pemakaman Umum Ma'la.

Karya-karya Syekh Nawawi.
Diantaranya : Fathul Majid, Tijan Darori, Nuruz Zulam, Madarijus Su’ud/Mirqotus Su’udit Tashdiq ( Syariat Islam ), Syarah kitab Sullam (Habib Abdullah bin Husein bin Tahir Ba'alawi ), Bahjatul Wasail, Kasyifatus Saja, Nihayatuz Zain, Uqudul Zain,Tasyrih Fathul Qorib, Qomi Tugyan, Misbahuz Zulam, Bidayatul Hidayah, Tafsir Munir, Tanqihul Qoul ( kitab hadits ). Syarah Kitab Lubabul Hadits (Imam Suyuthi), Nashaihul Ibad ( kitab Hadits ), Syarah Kitab Imam Ibnu Hajar Al Asqolani, Sulamul Munajah, Futuhatul Madaniyah, Futuhus samad, Tafsir Maroh Labib/Mirah Labib ( Rincian ayat-ayat Al-Qur’an ), Atsimar Al-Yaniah, Al Ibriz Al Daani, Al Aqdhu Tsamin Dll.

Sejarahnya
Setelah 3 tahun belajar di Mekkah Beliau kembali ke Tanah Air ( 1833 H ) untuk membantu Ayahnya mengajar para santri. Sejak kecil Syekh Nawawi telah menunjukan kecerdasannya lansung mendapat simpati dari masyarakat, kedatangannya membuat pesantren yang dibina oleh ayahnya banyak didatangi oleh santeri dari berbagai pelosok. Namun hanya beberapa tahun Beliau membantu Ayahnya, kemudian Beliau kembali ke Mekkah.

Alasan Beliau kembali ke Mekkah diantaranya :
- keinginan Beliau untuk mukim dan menuntut ilmu di negri yang menarik hatinya.
- kondisi tanah air yang saat itu di jajah belanda dan hampir semua Ulama Islam mendapat tekanan.

Setelah Beliau memutuskan untuk mukim di Mekkah dan meninggalkan kampung halamannya. Beliau menimba ilmu di Mekkah selama 30 Tahun. Pada Tahun 1860 H, Beliau mulai mengajar di lingkungan Masjidil Harom. Beliau menjadi murid Syekh Ahmad Khatib Sambas yang terpandang di Masjidil Harom. Ketika Syekh Ahmad Khatib Sambas uzur menjadi imam Masjidil Harom Syekh Nawawi ditunjuk untuk menggantikannya.

Pada Tahun 1870 H beliau banyak menulis kitab. Dalam menyusun karya-karyanya, Syekh Nawawi selalu berkonsutasi dengan Ulama-Ulama besar lainnya dan karya tulisnya tersiar keberbagai penjuru dunia sampai kedaerah Mesir dan Syiria. Karena karya-karyanya yang tersebar luas dengan menggunakan bahasa yang mudah difahami dan padat isinya, nama Syekh Nawawi termasuk dalam kategori salah satu Ulama besar di Abad 14 H/19 M dan Beliau mendapat gelar “ Al Imam, Al Muhaqqiq, Al Fahhammah, As Sayyid Ulama Al Hijaz.

Karya-karya Syekh Nawawi Al Bantani tidak hanya banyak dikaji dan dipelajari di seluruh pesantren di Indonesia, bahkan di seluruh wilayah Asia Tenggara. Diantaranya : Malaysia, Thailan, Filipina Selatan ( Sekolah Agama Mindanao ), Mesir dll.


Pendapat

Menurut Ray Salam T. Mangondanan ( peneliti di Insitut Studi Islam, University of Phililppines ) pada sekitar 40 sekolah di Filipina Selatan masih menggunakan kurikulum tradisional.

Sulaiman Yasin seorang dosen di fakultas studi islam universitas kebangsaan Malaysia mengajar karya-karya Syekh Nawawi sejak periode 1950-1958 di Johor dan beberapa sekolah di Malaysia.

Menurut Martin Van Bruinessen, yang melakukan penelitian sejak tahun 1990- an diperkirakan pada 22 judul tulisan Syekh Nawawi dan dari 100 karya populer yang dijadikan contoh penelitiannya yang banyak dikaji dikawasan Indonesia di 42 Pon Pes Klasik mencatat bahwa karya-karya Syekh Nawawi mendominasi kurikulum Pesantren ( 11 judul karangan Syekh Nawawi ). Syekh Nawawi dengan aktivitas intelektualnya mencerminkan dan menghidupkan disiplin ilmu-ilmu agama. Ia banyak memiliki tulisan dibidang tasawuf yang dapat dijadikan rujukan standar bagi seorang sufi.

Brockleman ( penulis Belanda ) mencatat ada 3 karya Syekh Nawawi yang dapat merepresentasikan pandangan tasawufnya ( Misbahuz Zulam, QomitTugyan, Salalimul Fudhola) disana Ia banyak merujuk Kitab Ihya Ulumuddin Al Ghojali.

Snaouck Hurgronje, orentalis yang pernah mengunjungi Mekkah tahun 1884-1885 M. mengatakan bahwa Syekh Nawawi, setiap hari sejak pukul 07.30 – 12.00 memberikan tiga perkuliahan. Di antara muridnya yang berasal dari Indesia adalah: KH. Kholil ( Madura ), KH. Asnawi ( Kudus ), KH. Tubagus Bakri, KH. Arsyad Thawil ( Banten ) dan KH. Hasyim Asy’ari (Jombang ). Paling tidak ada 34 karya Syekh Nawawi tercatat dalam Dictionary of Arabic Printed Books. Beberapa kalangan menyebutkan karya-karyanya mencapai 100 judul.